Orang-orang Islam yang fanatis dan radikal ini juga melakukan Strategi Taktis yang sama dalam menghadapi Hipnosis & Hipnoterapi. Biasanya mereka akan mendasarkan penilaian mereka hanya berdasarkan ilmu katanya, katanya A begini, katanya B begitu, dan lain sebagainya... Dan dari sumber berita "katanya" itu, kemudian mereka membuat Hujjah. Tanpa merasa perlu bertabayun, mencari kebenaran secara langsung dengan mengundang orang-orang yang ahli di bidang hipnosis & hipnoterapi. Padahal ada Ratusan dan bahkan ribuan akademisi yang sekaligus sebagai seorang praktisi Hipnosis & hipnoterapi. Dan mereka ini akan dengan senang hati, bila di undang untuk melakukan diskusi terkait dengan hipnosis dan hipnoterapi.
Namun, mereka tidak mau menggunakan cara itu. Karena spirit yang ada di dalam diri mereka bukanlah spirit menegakkan kebenaran, Tetapi Spirit Perang, Spirit untuk memenangkan ide serta pendapatnya sendiri. Spirit untuk mengamankan kepentingan kelompok dan golongannya. Spirit Persaingan dan kompetisi.
Dengan demikian, bagi mereka kebenaran itu tidaklah penting. Karena yang terpenting bagi mereka adalah pembenaran. Dan berikut ini adalah Hujjah-hujjah yang biasanya mereka lancarkan untuk menjatuhkan Hipnosis & Hipnoterapi.
Ayat Kursi Untuk Menolak Hipnotis
Saya pernah membaca sebuah kisah dari seorang muslim yang belajar di luar negeri, dimana di Universitas sering diadakan acara hipnotis. Singkat cerita muslim tersebut ingin meyakinkan bahwa hipnotis ini dari syetan maka dia mencoba untuk menjadi relawan untuk dihipnotis. Ketika detik-detik mau dihipnotis dia terus menerus membaca ayat kursi sehingga akhirnya penghipnotis ini pun gagal dalam menghipnotis dia.Jawaban Saya :
Hipnosis & Hipnoterapi hanya bisa dilakukan jika yang bersangkutan bersedia untuk dihipnosis. Karena sebuah sesi hipnosis hakikatnya adalah sebuah proses untuk membimbing atau memandu seseorang memasuki pikiran bawah sadarnya. Oleh karena itu, subjek harus mengizinkan, serta fokus dalam menerima panduan yang diberikan.
Sebab itu, Jangankan membaca Ayat Kursi, membaca Koran, komik, menyanyi, bergurau atau apapun yang dapat mengurangi konsentrasinya dapat membatalkan proses ini.
Sebenarnya untuk menolak hipnoterapi tidak harus membaca apapun, niatkan atau katakan saja dalam hati bahwa anda tidak percaya dan menolak semua saran serta sugesti yang diberikan, maka itu sudah cukup untuk mementahkan sebuah proses hipnosis & hipnoterapi.
Hipnotis Menggunakan Kekuatan Jin.
Saya juga pernah membaca Fatwa yang menyatakan bahwa :Jawaban Saya :
Hipnotis (التنويم المغناطيسي أو التنويم الإيحائي) adalah termasuk jenis sihir, dimana penghipnotis meminta bantuan jin dalam melaksanakan aksinya. Dan jin akan membantu setelah penghipnotis tersebut mau berbuat syirik atau kekufuran.
Mulai sejak pertama kali saya berkenalan dengan hipnosis, sehingga saya menjadi seorang pengajar dalam bidang hipnosis dan hipnoterapi. Tidak pernah sekalipun saya menjumpai ada tekhnik hipnosis dan hipnoterapi yang mengajarkan untuk bekerja sama dengan jin dan setan. Jadi, menurut saya. Semua tuduhan itu adalah sungguh mengada-ada belaka. Dan tidak sesuai dengan fakta dan realita yang sebenarnya.
Hipnoterapi diakui oleh WHO sebagai salah satu bagian dari terapi kejiwaan, yang prosesnya adalah memberi saran-saran positif dengan penuh konsentrasi (khusuk) maka standar kesembuhannya juga mengacu pada standar WHO dimana manusia dikatakan sehat jika telah baik secara fisik, mental, social dan SPIRITUAL.
Hipnoterapi yang dikembangkan oleh Milton H. Erickson sejak tahun 1950 telah diterima oleh Asosiasi Medis Amerika sebagai bagian dari ilmu jiwa dan tidak pernah mengajarkan untuk bekerjasama dengan jin dan sejenisnya. Jadi sangatlah berlebihan atau bisa menjadi fitnah jika hipnoterapi dikatakan sebagai ilmu klenik, perdukunan, sihir dan sebagainya.
Dan bahkan, dari kesimpulan yang saya peroleh setelah mempelajari keilmuan ini. Para ahli psikologi dan juga psikoterapis cenderung menyatakan bahwa semua fenomena metafisik itu tidak lebih hanyalah sebagai hasil ilusi dan imajinasi dari pikiran manusianya itu sendiri. Dan dengan tekhnik-tekhnik psikoterapi biasa, seseorang yang di duga terkena penyakit gangguan jin bahkan dapat disembuhkan dengan tuntas tanpa perlu melakukan ritual yang aneh-aneh, apalagi sampai menyimpang dari ajaran agama.
Efektifitas Hipnoterapi yang seperti inilah, yang sebenarnya ditakuti oleh sebagian orang yang radikal. Sehingga menganggap hipnoterapi sebagai pesaing bagi mereka. Dan kemudian demi menjatuhkan Hipnosis dan hipnoterapi, mereka akan melancarkan hujjah-hujah seperti di atas tadi.
Dan ajaibnya, walau sudah dijelaskan dan diberikan jawaban dengan sangat ilmiah dan jelas sekalipun. Mereka biasanya akan tetap ngotot dengan segala tuduhan serta prasangkanya. Sungguh sangat disayangkan, bila sebuah kebenaran ditegakkan dengan cara-cara yang tidak benar dan lebih mengutamakan Nafsu. daripada kebenaran. Sehingga mereka dibutakan oleh Allah dari kemampuan untuk melihat bahwa sesungguhnya Tanda-tanda kebesaran Allah itu sangatlah banyak di alam semesta ini.
Kebenaran dari Allah swt itu Mutlak kebenarannya, tetapi kebenaran dari seorang Hamba Allah (Manusia), itu tidaklah mutlak kebenarannya. Karena kemampuan manusia yang terbatas, tidak akan sanggup menampung semua ilmu-ilmu Allah secara sempurna... Oleh sebab itu, sungguh sangatlah sombong bila seorang manusia merasa sebagai satu-satunya orang yang paling benar yang ada di muka bumi ini.
والله أعلمُ بالـصـواب
Referensi pertanyaan : Tanya Jawab Agama Islam
Berminat Untuk lebih memahami apa itu Hipnosis dan Hipnoterapi, silahkan baca informasinya di sini : http://x2t.com/Hipnoterapi
0 komentar:
Posting Komentar